Di dalam ajaran Kristen, akidah ini sangat penting. Kepercayaan penebusan dosa mereka bentuk begitu rupa, seolah-olah semua manusia berdosa. Oleh
karena semuanya berdosa dan seorang pun tidak ada yang bebas dari dosa, maka
sangat diperlukan seorang penebus dosa dan juru selamat. Dia harus bersih dari
dosa itu.
Karena semua manusia secara turun menurun sudah bergelimang dalam dosa,
maka di antara mereka tak ada seorang pun yang dapat menjadi penebus dosa.
Namun, Yesus adalah Tuhan. Dia menjelma dalam bentuk jasad seorang manusia.
Karenanya, dia tidak punya dosa. Selanjutnya hanya dialah yang dapat mengganti
kerugian manusia dan menawarkan jadi penebus dosa.
Sekarang, kalau kita dapat membuktikan bahwa manusia atau manusia-manusia
telah menjalani hidup yang bersih dan bebas dari dosa, maka pandangan agama
Kristen itu berarti gugur. Ajaran penebusan dosa akan menjadi berantakan.
Dari Perjanjian Baru secara jelas dapat kita ketahui bahwa hamba-hamba
Tuhan itu terbagi ke dalam dua macam yang jahat dan ada yang baik. Orang yang
mengatakan semua manusia itu berdosa, berarti dia mendustakan
keterangan-keterangan Perjanjian Baru yang jelas tersebut. Injil mengatakan:
-
“Sebab aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya” (Matius 13:17).
-
“Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (Matius 5:45).
-
“Seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabiNya yang kudus” (Lukas 1:70).
-
“Sebab tidak pernah nubuwat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus, orang-orang berbicara atas nama Allah” (Surat Petrus Yang Kedua 1:21).
-
“Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar” (Lukas 13:28).
-
“Kita tahu bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya” (Surat Yohanes Yang Pertama 5:18).
-
“Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga ………. Sebab demikian juga yang teraniaya nabi-nabi yang sebelum kamu” (Matius 5:10-12).
Pertama:
Ayat-ayat di atas secara gamblang mengungkapkan bahwa para nabi itu suci,
tak berdosa. Mereka telah diciptakan oleh Allah dan adalah penghuni KerajaanNya.
Syaitan tidak pernah menyentuh mereka. Mereka dianiaya demi mempertahankan
ketakwaan mereka. Adalah jelas, orang yang mencapai martabat rohani seperti itu
tidak mungkin berbuat dosa. Syaitan juga tak pernah mampu mengungguli mereka.
Bagaimanapun juga, orang yang suka bertengkar sekalipun, dengan adanya
keterangan ayat-ayat ini, akan mengakui bahwa di kalangan Bani Adam (manusia
keturunan Adam) terdapat orang-orang yang berdosa dan jahat dan ada pula
orang-orang yang saleh. Tidak seluruhnya jahat dan berbuat dosa. Sekalinya kita
menerima kebenaran ini, maka akidah Kristen menjadi batal dan bangunan anggun
Penebusan Dosa menjadi berantakan.
Kedua:
Allah Swt. menjadikan dan mengutuskan para nabi sebagai teladan dan
panutan yang terbaik. Mereka datang memberi pelajaran kepada manusia lewat
imbauan. Dikatakan;….Namun bertahun-tahun lamanya Engkau melanjutkan sabarMu
terhadap mereka. Dengan RohMu Engkau memperingatkan mereka” (Nehemia
9:30).
Sekarang, sekiranya nabi sendiri terlibat dalam perbuatan jahat,
bagaimana mungkin mereka dapat menjadi teladan dan contoh untuk orang-orang lain
dan menjadi pengawas mereka? Jelas, apabila para nabi dikatakan berdosa, hal
demikian berarti nubuwatan-nubuwatan mereka dusta; dan ini jelas tidak benar dan
akidah bahwa semua nabi berdosa juga batal (gugur).
Ketiga:
Kitab Suci Bibel menjadi saksi bahwa banyak sekali orang saleh dan suci
telah berlalu. Mereka sepanjang hidupnya tunduk kepada Allah dan taat kepada
perintah-perintah-Nya. Mereka tidak pernah membangkang. Saya akan menyebutkan
beberapa di antara orang-orang suci itu:
1. Yohanes (Yahya) Pembaptis
dikatakan oleh Bibel sebagai orang suci dan berakhlak yang tak bernoda. Coba
baca ayat-ayat berikut:
-
“Sebelum ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya” (Lukas 1:15).
-
“Tangan Tuhan menyertai dia” (Lukas 1:66).
-
“Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel” (Lukas 1: 80).
-
“Sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melingunginya” (Markus 6:20).
-
“Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: ‘Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis’” (Markus1:4).
-
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripadanya’” ( Matius 11:11)
-
“Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: ‘Ia kerasukan setan’. Kemudian anak mereka berkata: ‘Manusia datang. Ia makan dan minum, dan mereka berkata: ‘Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum. Sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya’” (Matius 11: 18).
-
“Pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakaria, di padang gurun” (Lukas 3:2).
Dari ayat-ayat ini terbukti bahwa Yohanes (Yahya) adalah seorang suci dan
bersih dari dosa. Ia seorang yang menerima wahyu Tuhan. Tangan Tuhan di atas
tangannya dan dia sejak di dalam rahim ibunya sudah dipenuhi oleh Roh Kudus.
Lagi pula dia pembaptis orang-orang yang berdosa untuk bertobat dan untuk
menyelamatkan manusia yang penuh dosa. Dia terbesar dari antara orang-orang yang
dilahirkan dari rahim perempuan. Mungkinkah insan seperti ini orang berdosa?
Saya berpendapat tak akan ada orang Kristen yang berakal akan menetapkan Yohanes
atau Yahya orang berdosa, terutama setelah terbukti bahwa Isa Almasih dibaptis
secara khusus oleh Yohanes sendiri. Saya menyampaikan tantangan kepada semua
orang Kristen untuk membuktikan berdasarkan Bibel bahwa Yohanes itu berdosa.
2.
Habel anak Adam. Habel juga seorang suci dan benar dalam tiap
perbuatannya. Tidak pernah melakukan perbuatan dosa. Dalam Perjanjian Baru
dikatakan:
-
“Supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakaria anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah” (Matius 23:55).
-
“Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik itu dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati” (Ibrani 11:4).
-
“Bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya dia membunuh? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar” (Yohanes 3:12).
3. Daniel
a.s.: Menurut Bibel Nabi Daniel juga tidak berdosa. Malahan,
sebaliknya dari itu, kebersihannya dari dosa didiukung oleh adanya
kesaksian-kesaksian. Di dalam Bibel dikatakan tentang Daniel:
-
a. “Pada akhirnya Daniel datang menghadapku, yakni Daniel yang dinamai Beltsazar menurut nama dewaku, dan yang penuh dengan roh para dewa yang kudus” (Daniel 4:8).
-
b. “Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya” (Daniel 6:4).4. Raja Nebukadnezar: “Berkatalah ia kepada Daniel: ‘Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kau sembah dengan tekun, telah sanggupkan ia melepaskan engkau dari singa-singa itu’? Lalu kata Daniel kepada raja: ‘Ya Raja, kekallah hidupmu! Allahku telah mengutus malaikatnya untuk mengatupkan mulut-mulut singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapanNya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan” (Daniel 6:21-23).5. Tentang Yusyah: Di dalam Perjanjian Lama dikatakan: “Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup sama seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri” (II Raja-raja 22:2).6. Zakharia dan isterinya: Tentang keduanya dalam Injil ditulis: “Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak tercacat” (Lukas 1:6).7. Raja Hizkia: Bibel menyebut tentang raja ini:
-
“Ia percaya kepada TUHAN, Allah Israel, dan di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia. Ia berpaut kepada TUHAN, tidak menyimpang dari pada mengikuti Dia dan ia berpegang kepada perintah-perintah TUHAN yang telah diperintahkanNya kepada Musa. Maka TUHAN menyertai dia; ke manapun juga ia pergi berperang, ia beruntung. Ia memberontak kepada raja Asyur dan tidak lagi takluk kepadanya” (II Raja-raja 18:57).
-
“Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdo’a kepada TUHAN, ia berkata: “Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapanMu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mataMu” (Yesaya 38:2,3).8. Samuel Nabi: Di hadapan seluruh Bani Israel mengemukakan kesuciannya sebagai tantangan menguji kebenarannya dan orang-orang menjadi saksi atas kesuciannya itu seperti berikut:“Di sini aku berdiri, berikanlah kesaksian menantang aku di hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang ku-urapiNya…Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu” Jawab mereka: “Engkau tidak memeras kami dan engkau tidak memperlakukan kami dengan kekerasan dan engkau tidak menerima apa-apa dari tangan siapapun.” Lalu berkatalah ia kepada mereka “TUHAN menjadi saksi kepada kamu dan orang yang diurapiNya pun menjadi saksi kepada kamu, bahwa kamu tidak mendapat apa-apa dalam tanganku.” Jawab mereka: “Dia menjadi saksi” (Samuel 12:3-5).9. Simon. Penulis Lukas mengatakan tentang dia: “Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya” (Lukas 2:25).10. Yusuf, suami Maryam. Tentang dia Injil menyebutnya dengan kata suci Dikatakan: “Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulis hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam” (Matius 1:19).Saya mengemukakan nama-nama tokoh-tokoh tersebut di atas sebagai sekadar contoh. Masih banyak yang lain, Nuh, Daniel, dan Ayub a.s.; tentang mereka dikatakan:“Hai anak manusia, kalau sesuatu negeri berdosa kepadaKu dengan berobah setia dan Aku mengacungkan tanganKu melawannya dengan memusnahkan persediaan makanannya dan mendatangkan kelaparan atasnya dan melenyapkan dari negeri itu manusia dan binatang, biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Daniel, dan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 14:13,14).
0 komentar:
Posting Komentar